“Dunia Udah Dekat Kiamat!” Sindiran Menohok Saiful Mujani Usai Menteri Haji Gus Irfan Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan)
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan)

Jakarta, SatuNusa News – Keputusan Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), yang mengangkat dua putra kandungnya sebagai tenaga ahli di kementeriannya sendiri tengah menjadi sorotan tajam publik. Langkah yang dinilai sarat akan nepotisme ini memancing kritik pedas dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari pengamat politik dan akademisi, Saiful Mujani.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan)

Melalui akun media sosial pribadinya, Saiful Mujani melontarkan sindiran sinis dan menohok terkait fenomena pejabat negara yang memberikan kursi empuk penasihat kepada darah dagingnya sendiri.

“Bapak ngangkat anak jadi penasehat dirinya sebagai menteri haji …. dunia udah dekat kiamat,” tulis Saiful Mujani. Komentar tersebut sontak viral dan memantik gelombang reaksi dari warganet yang ikut geram dengan dugaan praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) gaya baru di birokrasi pemerintahan.

Menurut berbagai sumber, dokumen pengangkatan dua anak Gus Irfan sebagai tenaga ahli tersebut bocor ke publik pada pekan ketiga Oktober 2026, memicu perdebatan terkait etika pejabat publik serta prinsip transparansi. Sebagian masyarakat yang kecewa menyindir ironi pencari kerja biasa yang harus bersusah payah bersaing, sementara anak pejabat bisa dengan mudah mendapat posisi mentereng karena “orang dalam”.

Klarifikasi Gus Irfan

Di sisi lain, Gus Irfan sendiri telah memberikan klarifikasinya. Ia membenarkan penunjukan tersebut dengan alasan bahwa kedua anaknya telah ikut membantu merintis pembentukan Badan Penyelenggara Haji (cikal bakal kementerian saat ini) selama tiga hingga empat bulan awal tanpa dibayar. Ia juga berdalih bahwa pengangkatan tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak organisasi kementerian baru yang masih kekurangan pegawai.

Meski demikian, pembelaan tersebut tampaknya belum mampu meredakan kritik publik. Sindiran tajam Saiful Mujani menjadi cerminan kekhawatiran masyarakat luas terhadap dominasi relasi kekuasaan keluarga yang kembali mengakar di dalam sistem pemerintahan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *